Pare Pare – Rekonstruksi KKB Bunuh 2 Kronologi tragedi bermula pada 13 Agustus 2025, ketika kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang anggota Brimob di Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire
Dua personel Brimob Brigpol Arif Maulana (34) dan Bripda Nelson C. Runaki (26), tewas saat sedang mengamankan proyek jalan Trans Nabire–Paniai di kilometer 128

Baca Juga : Dramatis ! Kebakaran Rumah Panggung di Parepare, Petugas Damkar Sempat Kesulitan
Insiden tersebut juga menyebabkan hilangnya dua pucuk senjata api panjang jenis AK-101 milik korban, enam magazin, dan satu rompi antipeluru
Satgas Operasi Damai Cartenz melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi insiden dan mengumpulkan bukti berupa selongsong peluru, telepon seluler, headset, dan satu proyektil yang ditemukan di tubuh Arif Maulana
Menindaklanjuti kasus ini, Satgas Damai Cartenz memastikan untuk melakukan rekonstruksi peristiwa secara lengkap di lapangan untuk memperjelas alur kejadian
Dalam beberapa kasus serupa sebelumnya, misalnya di Yalimo, rekonstruksi dilakukan dengan 19 adegan, memperlihatkan seluruh kronologi mulai pelaku berjalan hingga penembakan Bripol Iqbal
Namun untuk peristiwa Nabire, rekonstruksi direncanakan sebanyak 21 adegan, salah satunya melibatkan pelaku yang mendokumentasikan kejadian menggunakan ponsel
Salah satu pelaku yang terciduk, Siprianus Weya, bertugas merekam adegan pembunuhan menggunakan ponsel. Video itu kemudian dikirim melalui WhatsApp kepada kontak tertentu sebagai dokumentasi
Penangkapan itu menjadi barang bukti penting untuk menguatkan kasus, terlebih karena ia diduga aktif mendokumentasikan modus aksi tindak kekerasan tersebut
Dalam rekonstruksi, setiap adegan akan diperagakan ulang: mulai dari kedatangan para pelaku, posisi korban, senjata yang digunakan, hingga interaksi
Satgas Damai Cartenz sebelumnya melakukan rekonstruksi serupa sebagai bentuk penegakan prosedur serta edukasi publik atas transparansi penanganan hukum
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menyampaikan bahwa aksi penyerangan terjadi saat kedua anggota Brimob tengah bertugas melindungi pekerja proyek jalan milik PT AMP di lokasi rawan.
Saat itu, hujan deras sempat menghambat evakuasi dan pengamanan lokasi, menambah kompleksitas penanganan situasi
