Makassar – Pemerintah Kota Parepare terus mendorong pelestarian bahasa Bugis melalui dunia pendidikan. Bahasa Bugis kini berstatus sebagai muatan lokal wajib di sekolah setelah masuk dalam Perda Penyelenggaraan Pendidikan tahun 2021. Amirullah S.Ag menyampaikan hal tersebut dalam program Apresiasi Budaya Lokal PRO 4 RRI Makassar, Jumat (21/11/2025).
Baca Juga: Sat Lantas Parepare Perkuat Edukasi Tertib Lalu Lintas di Parepare
Amirullah menjelaskan bahwa guru bisa memakai bahasa Bugis saat mengajar berbagai mata pelajaran. Ia menegaskan bahwa pelestarian bahasa Bugis dalam penggunaan bahasa daerah sudah tercantum dalam kurikulum muatan lokal. Dengan aturan ini, siswa dapat mendengar dan menggunakan bahasa Bugis dalam kegiatan belajar.

Pemkot Parepare juga menetapkan hari berbahasa Bugis setiap hari Kamis. Seluruh sekolah mengikuti kebijakan tersebut sesuai surat edaran Wali Kota. Pada hari itu, siswa dan guru berbicara dengan bahasa Bugis selama berada di lingkungan sekolah.
Langkah ini bertujuan membangun kebiasaan berbahasa daerah sejak usia dini. Pemkot Parepare juga mengembangkan materi ajar digital untuk mendukung proses belajar. Salah satu contohnya adalah buku pelajaran kelas 1 SD yang kini memiliki barcode agar siswa dapat mengakses materi melalui perangkat digital.
Baca Juga: Operasi Zebra Pallawa 2025 Resmi Dimulai di Parepare
Amirullah berharap kebijakan ini dapat menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap bahasa Bugis. Ia ingin anak-anak memahami bahwa bahasa daerah memiliki nilai budaya yang penting dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai penutup, Amirullah menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah tidak hanya memerlukan aturan, tetapi juga dukungan dari seluruh elemen pendidikan. Ia mengajak orang tua, guru, dan masyarakat untuk ikut memakai bahasa Bugis dalam aktivitas sehari-hari. Dengan dukungan bersama, ia yakin generasi muda dapat tumbuh dengan identitas budaya yang kuat dan tetap bangga terhadap warisan leluhur mereka. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menjaga bahasa Bugis tetap hidup, tetapi juga memperkuat karakter dan jati diri masyarakat Parepare di tengah perkembangan zaman.





