Parepare – Warga Kelurahan Bukit Harapan, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, digemparkan dengan penemuan sebuah bunker yang diduga peninggalan tentara Jepang pada masa Perang Dunia II. Bunker itu ditemukan secara tidak sengaja ketika sekelompok warga sedang menggali bukit untuk keperluan perluasan lahan kebun pada Jumat (8/8/2025) pagi.
Penemuan Tak Terduga
Menurut keterangan Andi Rahmat (42), salah satu warga yang ikut menggali, awalnya mereka hanya berniat meratakan bagian bukit yang curam. Namun, saat cangkulnya mengenai sesuatu yang keras, ia curiga itu bukan batu biasa. Setelah dibersihkan, muncul bagian dinding kokoh dari beton tebal dengan pintu kecil berkarat.
“Awalnya kami kira cuma batu besar. Tapi pas dibersihkan, ternyata ada pintu besi kecil. Begitu dibuka, ada lorong sempit ke dalam tanah,” kata Rahmat.
Lorong tersebut memiliki lebar sekitar satu meter dengan tinggi kurang lebih dua meter, dan memanjang sejauh yang belum bisa dipastikan. Bau apek langsung tercium dari dalam, menandakan ruangan itu sudah lama tertutup.
Bentuk dan Kondisi Bunker
Berdasarkan pengamatan sementara, bunker ini dibangun dengan dinding beton setebal sekitar 40 sentimeter, yang masih terlihat kokoh meski sudah tertimbun tanah puluhan tahun. Di dalamnya terdapat dua ruangan kecil dan satu lorong panjang yang mengarah lebih dalam ke bukit. Beberapa bagian lantai masih dilapisi ubin lama, sementara di sudut ruangan tampak bekas dudukan senjata berat.
Sejumlah barang karatan seperti helm baja, kaleng bekas, dan sisa-sisa peralatan logam juga ditemukan berserakan di dalamnya. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa bunker tersebut memang digunakan sebagai pos pertahanan militer Jepang pada masa pendudukan di Indonesia.

Baca juga: Pemkot Parepare Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Program Peningkatan Kapasitas SDM
Respons Warga dan Pemerintah
Penemuan bunker ini segera menjadi perhatian warga sekitar. Sejak berita tersebar, puluhan orang datang untuk melihat langsung lokasi penemuan. Bahkan, sebagian warga mengabadikan momen tersebut melalui ponsel dan membagikannya ke media sosial, sehingga berita ini cepat viral di Parepare dan sekitarnya.
Lurah Bukit Harapan, Syarifuddin, mengatakan pihaknya sudah melaporkan temuan ini kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Parepare. Tim dari dinas terkait bersama pihak kepolisian akan melakukan pengecekan dan pengamanan lokasi.
“Kita khawatir ada bagian bunker yang rapuh atau menyimpan benda berbahaya peninggalan perang, seperti amunisi. Jadi, harus ada pemeriksaan sebelum dibuka untuk umum,” ujarnya.
Potensi Wisata Sejarah
Sejarawan lokal, Muhlis Tahir, menilai temuan ini sangat penting untuk menambah catatan sejarah di Parepare. Ia menjelaskan bahwa pada masa Perang Dunia II, tentara Jepang membangun sejumlah bunker dan terowongan di wilayah strategis, termasuk di pesisir Sulawesi Selatan, untuk mengantisipasi serangan Sekutu.
“Kalau dilestarikan, bunker ini bisa menjadi destinasi wisata sejarah sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda,” kata Muhlis.
Pemerintah Kota Parepare berencana melakukan pendataan, penelitian, dan pelestarian situs tersebut. Jika memungkinkan, bunker akan dibersihkan dan dipugar, kemudian dibuka untuk wisata sejarah.
Antusiasme Masyarakat
Warga berharap bunker peninggalan Jepang ini bisa menjadi ikon baru yang menambah daya tarik wisata Parepare. Selain sebagai saksi bisu sejarah, keberadaan bunker juga diharapkan membawa manfaat ekonomi bagi warga sekitar.
“Kami senang kalau nanti bisa dijadikan objek wisata. Minimal, ada cerita menarik yang bisa diceritakan ke anak cucu,” ungkap Rahmat sambil tersenyum.






